Kesalahan Mencuci yang Bikin Pakaian Cepat Rusak

Kesalahan Mencuci yang Bikin Pakaian Cepat Rusak

www.kolomilmu.com - Siapa sangka, pakaian favorit yang cepat melar, pudar, atau rusak itu tidak selalu karena kualitas yang kurang. Bisa juga karena cara mencucinya. Banyak dari kita merasa tahu bagaimana cara mencuci baju, padahal ada kebiasaan kecil yang diam-diam memperpendek umur pakaian.

Artikel ini akan membahas kesalahan mencuci yang sering dianggap sepele, tapi bisa merusak pakaian Kalau kamu ingin pakaian tetap awet, bentuknya terjaga, dan warnanya tahan lama, sebaiknya jangan lewatkan bagian ini.

Kesalahan #1. Mencampur Semua Pakaian Tanpa Memilah

Demi mau lebih praktis dan cepat, banyak orang memilih mencuci semua pakaian sekaligus tanpa memilah. Padahal, kebiasaan ini diam-diam jadi “pantangan” pakaian. Warna gelap seperti hitam, navy, atau merah tua berpotensi luntur dan menempel pada pakaian berwarna terang, membuatnya tampak kusam dan kusut sejak beberapa kali pencucian.

Masalahnya bukan cuma soal warna. Setiap bahan punya karakter berbeda. Jeans, jaket, atau handuk memiliki tekstur yang lebih kasar dan berat, sehingga bisa menggesek kain yang lebih halus seperti katun tipis, rayon, atau pakaian berbahan rajut. Gesekan ini lama-kelamaan merusak serat kain, membuat pakaian cepat berbulu, melar, bahkan robek.

Selain itu, pakaian dengan tingkat kotoran yang berbeda juga seharusnya tidak dicuci bersama. Pakaian yang sangat kotor membutuhkan putaran dan durasi pencucian lebih lama, sementara hal tersebut menjadi larangan untuk mencuci pakaian ringan.

Jadi, pastikan untuk memisahkan pakaian berdasarkan warna, jenis bahan, dan tingkat kekotoran. Sedikit lebih repot di awal, tapi hasilnya pakaian jauh lebih awet dan tetap enak dipakai.

Kesalahan #2. Menggunakan Deterjen Terlalu Banyak

Banyak orang berpikir semakin banyak deterjen, pakaian akan semakin bersih. Padahal, penggunaan deterjen berlebihan justru bisa merusak kain. Sisa deterjen yang tidak terbilas dengan sempurna dapat menumpuk di serat pakaian, membuat kain terasa kaku, kusam, dan tidak nyaman dipakai.

Dalam jangka panjang, residu deterjen ini juga bisa melemahkan serat kain dan mempercepat warna pudar. Belum lagi risiko iritasi kulit, terutama untuk pakaian yang langsung bersentuhan dengan tubuh.

Takaran deterjen sebaiknya disesuaikan dengan jumlah pakaian, tingkat kotoran, dan jenis mesin cuci. Lebih sedikit tapi tepat justru jauh lebih aman untuk pakaian dan kulit.

Kesalahan #3. Salah Mengatur Suhu Air Saat Mencuci

Banyak orang tidak terlalu memikirkan suhu air dan langsung mencuci dengan air panas atau air dingin tanpa pertimbangan. Padahal, suhu air punya pengaruh besar terhadap kondisi pakaian. Air panas bisa membuat kain menyusut, melar, atau kehilangan bentuk aslinya. Terutama pada bahan seperti katun, wol, dan pakaian rajut.

Sebaliknya, air yang terlalu dingin untuk pakaian sangat kotor bisa membuat kotoran dan minyak tidak terangkat sempurna, sehingga pakaian tetap kusam meskipun terlihat “bersih”. Selain itu, suhu air yang tidak sesuai juga mempercepat luntur warna dan merusak struktur serat kain.

Idealnya, sesuaikan suhu air dengan jenis bahan dan tingkat kotoran. Air dingin cocok untuk warna gelap dan kain halus, air hangat untuk pakaian sehari-hari, dan air panas hanya untuk bahan tertentu yang benar-benar membutuhkan sanitasi ekstra. Kebiasaan kecil ini bisa sangat menentukan umur pakaian dalam jangka panjang.

Kesalahan #4. Terlalu Sering Menggunakan Mode Putaran Kuat

Mode putaran kuat di mesin cuci memang efektif memeras air dan membuat pakaian lebih cepat kering. Tapi jika terlalu sering digunakan, terutama untuk pakaian sehari-hari, dampaknya bisa cukup merugikan. Putaran yang terlalu agresif memberi tekanan besar pada serat kain, membuatnya cepat melar, kusut, dan kehilangan bentuk.

Pakaian berbahan lembut seperti kaus, pakaian rajut, atau bahan tipis paling rentan terhadap kerusakan ini. Jahitan bisa cepat longgar, dan permukaan kain jadi berbulu. Sebaiknya sesuaikan mode putaran dengan jenis pakaian yang dicuci.

Gunakan putaran rendah atau mode lembut untuk pakaian ringan. Sedikit lebih lama keringnya, tapi jauh lebih aman untuk umur pakaian.

Kesalahan #5. Tidak Memperhatikan Label Perawatan Pakaian

Label perawatan sering dianggap tidak penting, padahal di situlah semua “aturan main” mencuci pakaian ditulis. Simbol kecil tentang suhu air, cara pengeringan, hingga larangan tertentu sering diabaikan karena terasa ribet.

Hal ini sering terjadi pada seragam kerja atau baju yang dipakai rutin, karena dianggap “aman-aman saja” dicuci seperti pakaian lain. Padahal, tiap bahan punya kebutuhan perawatan berbeda. Dengan meluangkan waktu sebentar untuk membaca label, kamu bisa menghindari pakaian menyusut, berubah bentuk, atau rusak sebelum waktunya.

Kesimpulan: Rawat Pakaian Dimulai dari Cara Mencuci

Mencuci pakaian memang terlihat sederhana, tapi kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali bisa berdampak besar pada umur pakaian. Dari tidak memilah baju, penggunaan deterjen berlebihan, hingga mengabaikan label perawatan. Semuanya berkontribusi pada pakaian yang cepat rusak, pudar, dan kehilangan bentuk.

Kabar baiknya, semua kesalahan ini bisa dihindari dengan sedikit perhatian dan penyesuaian. Dengan mencuci secara lebih tepat dan sadar, pakaian tidak hanya bertahan lebih lama, tapi juga tetap nyaman dipakai dan terlihat rapi. Lebih hemat di jangka panjang, dan tentu saja bikin baju favorit kamu awet lebih lama.

azid zainuri
azid zainuri Kolom Ilmu Mengajikan Informasi Pengetahun dan Tutorial Blogger

Posting Komentar untuk "Kesalahan Mencuci yang Bikin Pakaian Cepat Rusak"

Checkout

Pesanan Anda

Form Pembelian

Ringkasan Pembelian

Total Harga (- barang) -
Biaya Admin -
Voucher Anda -
Total Pembayaran -

Punya Voucher?

Masukan Voucher

Kolom Ilmu

Selamat datang di Webiste Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu